Tim SSR TBC KOMUNITAS GF-ATM Mentari Sehat Indonesia Adakan Pertemuan Dukungan Pasien TB RO




KFM PEKALONGAN, PEKALONGAN – Tim SSR TBC KOMUNITAS GF-ATM Mentari Sehat Indonesia Kabupaten Pekalongan menggelar pertemuan dukungan bagi pasien Tuberkulosis Resisten Obat (TBC RO) pada Selasa (11/03/2025). Acara ini bertujuan memberikan edukasi, motivasi, serta dukungan bagi pasien yang masih menjalani pengobatan maupun yang telah sembuh.  

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Mentari Sehat Indonesia Kabupaten Pekalongan, M Nasyith Falqi, menyampaikan materi mengenai TBC dan memberikan motivasi kepada pasien baru maupun yang telah sembuh. Ia juga menginformasikan perkembangan terbaru terkait program eliminasi TBC dan TBC RO di Indonesia.  

"Kami ingin pasien tetap semangat dalam menjalani pengobatan dan tidak menyerah. Saat ini, pemerintah bersama berbagai lembaga terus berupaya mengeliminasi TBC, termasuk TBC RO, agar Indonesia bebas dari penyakit ini di masa depan," ujar Nasyith.  

Sementara itu, Dokter Penanggung Jawab Pelayanan Poli TBC RO dr. Loly menjelaskan tentang proses pengobatan TBC yang sedang berjalan, termasuk efek samping obat yang bisa dialami pasien. Ia menekankan bahwa setiap individu memiliki respons yang berbeda terhadap obat, terutama bagi pasien dengan riwayat penyakit kronis seperti diabetes mellitus (DM).  

Baca juga: RSUD Kraton Tambah Dokter Subspesialis untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan

"Efek samping obat pada setiap pasien bisa berbeda-beda. Ada yang mengalami mual, muntah, kaki kebas, perubahan warna kulit, bahkan sesak napas. Namun, semua itu bisa diatasi dengan pendampingan yang tepat. Yang terpenting, jangan sampai putus obat," jelas dr. Loly.  

Dalam sesi diskusi, beberapa pasien berbagi pengalaman mereka selama menjalani pengobatan TBC RO. Mereka mengungkapkan berbagai efek samping yang dialami, seperti mual, muntah, kesemutan, perubahan warna kulit, dan sesak napas.  

"Saat pertama kali minum obat, efek sampingnya terasa sangat berat. Mual dan muntah sering terjadi, tapi seiring waktu saya mulai terbiasa," ujar salah satu pasien.  

Selain itu, perwakilan dari RSUD Kraton, Kiki menjelaskan prosedur pengobatan di RSUD Kraton, khususnya di Poli TB RO, termasuk pemberian obat tambahan bagi pasien yang mengalami efek samping berat.  

Dari Dinas Kesehatan, Heri menegaskan pentingnya kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Ia mengingatkan pasien dan keluarga untuk selalu mendukung proses pengobatan agar tidak terjadi penularan lebih luas.  

Baca juga: Kunjungan Pimpinan Kongregasi SND dari Roma ke RSUD Kraton

"Kami sangat berharap pasien tetap menjalani pengobatan sampai tuntas. Jangan sampai putus obat, karena bisa meningkatkan risiko penularan kepada orang lain, termasuk keluarga sendiri. Selain itu, penggunaan masker juga penting untuk mencegah penyebaran," imbaunya.  

Acara ini ditutup dengan penyerahan sertifikat bagi pasien yang telah menyelesaikan pengobatan dan dinyatakan sembuh dari TBC RO. Mewakili Direktur RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan, dr. Rosita, usai menyerahkan sertifikat, juga memaparkan informasi mengenai penyakit menular lainnya, termasuk HIV, yang masih menjadi perhatian di bidang kesehatan.  

"Kami sangat mengapresiasi pasien yang telah berhasil menyelesaikan pengobatan. Ini adalah bukti bahwa TBC bisa disembuhkan jika pasien patuh terhadap pengobatan. Selain itu, kita juga perlu meningkatkan kesadaran terhadap penyakit menular lainnya seperti HIV," tutur dr. Rosita.  

Melalui pertemuan ini, diharapkan pasien semakin termotivasi untuk menyelesaikan pengobatan serta menyebarkan kesadaran akan pentingnya pencegahan dan pengobatan TBC RO di masyarakat.

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.