RSUD Kajen Perkuat Sinergi untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Jiwa di Kabupaten Pekalongan



KFM PEKALONGAN, KAJEN – Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa bagi masyarakat, RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Pada Sabtu, 15 Maret 2025, RSUD Kajen mengadakan pertemuan bersama dokter spesialis jiwa, pemegang program jiwa dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, serta perwakilan dari Puskesmas se-Kabupaten Pekalongan.  

Pertemuan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan jiwa agar lebih terjangkau dan efektif, mengingat semakin banyaknya kasus gangguan jiwa yang ditemukan di Kabupaten Pekalongan. Data mencatat sekitar 6.500 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tersebar di Kabupaten Pekalongan, dengan sebagian di antaranya telah menjalani perawatan rawat jalan.  

Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan fasilitas, terutama belum tersedianya bangsal jiwa di RSUD Kajen. Direktur RSUD Kajen, dr. Imam Prasetyo, mengungkapkan bahwa kendala ini menjadi salah satu fokus utama yang perlu segera diselesaikan.  

Baca juga: RSUD Kajen Raih Indeks Kepuasan Masyarakat Sangat Baik, Layanan Semakin Berkualitas

"Sebagai rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan jiwa, penyediaan bangsal jiwa menjadi salah satu tantangan terbesar yang kami hadapi tahun ini. Kami memahami betapa pentingnya fasilitas ini untuk memberikan perawatan yang optimal bagi pasien," ujarnya.  

Saat ini, pasien gangguan jiwa yang membutuhkan perawatan intensif masih harus dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di luar Kabupaten Pekalongan. Kondisi ini kerap menyulitkan pasien dan keluarganya, terutama dari segi jarak dan biaya yang harus dikeluarkan.  

Dr. Imam menekankan bahwa dukungan dari pemerintah daerah dan stakeholder terkait sangat dibutuhkan agar layanan kesehatan jiwa di Kabupaten Pekalongan dapat berkembang secara komprehensif. 

Baca juga: RSUD Kajen Buka Poliklinik Gigi Spesialis Konservasi, Kini Layani Pasien BPJS

"Tanpa adanya dukungan penuh, pengembangan fasilitas kesehatan jiwa, termasuk pembangunan bangsal jiwa, akan tetap menjadi tantangan besar," imbuhnya. 

Kabar baiknya, dalam waktu dekat RSUD Kajen akan menambah satu dokter spesialis jiwa, sehingga total akan ada dua dokter yang siap melayani pasien. Penambahan tenaga medis ini diharapkan dapat mempercepat penanganan dan meningkatkan kualitas perawatan bagi penderita gangguan jiwa di Kabupaten Pekalongan.  

"Dengan adanya upaya peningkatan layanan ini, RSUD Kajen berharap agar masyarakat Kabupaten Pekalongan dapat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap layanan kesehatan jiwa tanpa harus pergi ke luar daerah," ujar dr.Imam. 

Langkah-langkah ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup penderita gangguan jiwa serta menempatkan kesehatan jiwa sebagai bagian penting dalam sistem kesehatan daerah.

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.